Minggu, 12 Oktober 2014
Sulit aku memandang wajahmuSulit aku mendengar suaramu Sulit aku membelai tanganmuSulit aku melangkah mendekapmuSemata jarak yang memagari Bagai seuntai daun berlayar di sungai Tak tahu kemana ia akan menepi Seperti itulah cintaku Tak tahu apakah berhenti atau terus berlanjutRindu.. Sepi.. Bimbang..Itulah yang kurasakanJiwa ini terlalu memaksaMengharapkan dirimu disampingku Hanya sebuah sinyal kubutuhkan Menunggu kabar dari dirimu Meski itu hanya sebuah titik Tapi itu sangat berartiIngin kuakhiri, ingin kulepas semua iniNamun tak sanggup hati iniDan matakupun mulai berbicaraTangisku tak dapat menggambarkan apa-apa Aku takut kau menghilang Aku takut kau pergi Aku takut kau bosan Aku takut kau menghianatikuKembali, datanglah..Jiwa ini membutuhkanmuSendiri sepi kumenungguTanpa kehadiranmu Antara rindu dan dusta Antara dusta dan cinta Meski kau jauh disana Hanya kepercayaan kukirimkan Sang pemilik hatiku..Dan kini kusadari..Kau mengajarkanku merinduKau mengajarkanku sebuah kesetiaanMembuat kehadiranmu menjadi berarti Sayang.. Oh kasih hatiku Tak peduli dirimu dimana Tak peduli apapun membatasi Kepercayaan dan kesetiaan yang meluluhkan Memperkokoh kasih ini memperkuat cinta Antara kau dan aku Selamanya satu...
Langganan:
Komentar (Atom)